Serang Media Kriminalitas- Proyek pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang berlokasi di Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, dikeluhkan warga. Bangunan fisik penunjang pertanian yang diharapkan dapat mengairi ratusan hektare sawah warga kini terbengkalai dan tidak berfungsi optimal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, instalasi sumur bor, pipa penyalur, serta bak penampung air (tandon) tampak mangkrak. Sebagian pipa penghubung terlihat terkelupas dan tidak tersambung dengan baik ke area persawahan warga. Akibatnya, pasokan air yang dijanjikan untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau tidak pernah mengalir ke lahan petani.
Ucung anggota Investigasi DPP- Front Pemantau Kriminalitas, menyatakan bahwa proyek dari pemerintah pusat ini telah selesai dikerjakan pada bulan mei lalu tahun 2026. Namun, mesin pompa air tidak pernah dinyalakan karena diduga mengalami kerusakan pada sistem kelistrikan dan debit air bawah tanah yang tidak keluar.“Katanya untuk membantu petani, tapi dari awal selesai sampai sekarang airnya tidak pernah mengalir ke sawah. Pompa tidak hidup dan pipanya ada yang bocor,” keluhnya kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Ucung juga menduga bahwa perencanaan proyek ini tidak matang dan kurang melibatkan kajian teknis terhadap kondisi geografis dan sumber air tanah di Desa Cikolelet. Padahal, desa ini dikelilingi oleh potensi alam, tetapi di beberapa titik tingginya kontur tanah membuat pompanisasi konvensional sulit bekerja tanpa adanya suplai listrik yang stabil.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung maupun pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan dan tidak berfungsinya fasilitas JIAT tersebut. Para petani berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia dan fungsi irigasi dapat dirasakan manfaatnya.(D3N)


